Generasi baru 5G akan siap berjalan

0
181
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara

Sebagai perusahaan penyedia sistem telekomunikasi, perangkat mobile, dan solusi teknologi enterprise, ZTE bersama Masyarakat Telematika (Mastel) mengadakan sebuah seminar terkait teknologi 5G dan Next Broadband bernama “Next Generation Broadband-5G Forum“.

Acara yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Kementerian Perindustrian ini dihadiri oleh pakar telekomunikasi dan perwakilan operator-operator di Indonesia.

Diselenggarakannya acara ini untuk membahas pemanfaatan teknologi pita lebar untuk mendorong perekonomian negara dan bagaimana mempercepat penerapan teknologi komunikasi mobile generasi kelima (5G).

Menteri Industri, Saleh Husin berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi jauh lebih baik dan ke depan Indonesia bukan hanya dijadikan sebagai market saja, tetapi juga dapat menjadi produsen yang mampu memproduksi perangkat dan alat yang dibutuhkan untuk industri TIK di masa depan.

“Menurut hemat saya ini mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat maupun pelaku bisnis teknologi untuk bersama-sama membangun TIK Indonesia yang lebih baik. Melalui acara ini, kita semakin melihat pentingnya membangun persepsi yang sama akan pentingnya membangun jaringan pita lebar yang lebih luas sehingga mampu memberi manfaat yang lebih besar bagi perkembangan ekonomi Indonesia,” lanjut bapak Saleh Husin.

Rencananya pita lebar di Indonesia dibangun pada tahun 2014-2019 yang akan difokuskan untuk mencapai 3 tujuan, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa; mendukung peningkatan kualitas pembangunan manusia Indonesia; dan menjaga kedaulatan bangsa.

Dengan target tersebut, Indonesia memiliki beberapa tantangan, seperti meratakan penyebaran infrastruktur ke seluruh wilayah Indonesia, menyiapkan pendanaan dalam jumlah besar, serta menciptakan ekosistem yang siap untuk perkembangan TIK.

“Perluasan pembangunan infrastruktur pita lebar mutlak kita perlukan dan menjadi salah satu prioritas kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Kami menyadari bahwa dalam penerapannya akan banyak kita temukan hambatan-hambatan, seperti luas geografis negara kita, pendanaan dan peningkatan pengetahuan di dalam masyarakat akan pentingnya pemanfaatan TIK di seluruh aspek kehidupan.”

“Namun, melihat inisiatif dari para vendor telekomunikasi dan operator, seperti diskusi yang diadakan hari ini, kita optimis bahwa Indonesia akan mampu memperoleh solusi yang tepat sehingga mampu meningkatkan kualitas TIK demi meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam acara ini yang berlangsung di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta [19/11].

Jika dibandingkan dengan jaringan 4G, teknologi 5G atau generasi kelima dapat memberikan beberapa keuntungan lebih, seperti jumlah koneksi yang lebih besar, kapasitas 1000 kali lebih besar, throughput 10 kali lebih cepat, dan latency yang lebih rendah. [teks @mirzablue | foto dok. ZTE]

SHARE