Perangi BABS dengan Tinju Tinja

0
114
[Ki-ka] Lilik Trimaya (UNICEF Wash program officer), Mr Michael Klaus (Chief Communication Officer), Dion Wiyoko (Selebriti), Mr Aidan Cronin (Chief Water Sanitasion and Hygiene WASH), Tommy Prabowo (Penyiar i-Radio)

Menurut laporan dari WHO dan UNICEF, tahun ini Indonesia jadi negara terbanyak kedua yang masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS), itu dilakukan oleh lebih dari 51 juta penduduk. Ini sangat berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan, terutama pada anak-anak.

Berdasarkan survei, 9 juta anak Indonesia terjangkit kekurangan gizi di usia yang masih terlalu kecil. Bahkan setiap tahunnya ada 136.000 sampai 190.000 anak meninggal sebelum berusia 5 tahun. 88% kematian karena diare disebabkan oleh air kotor, sanitasi buruk, dan kurangnya ketersediaan fasilitas kebersihan.

Karena itu bertepatan dengan Hari Toilet Sedunia yang jatuh pada 19 November, UNICEF Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan RI, kembali menggelar Aksi Nasional Tinju Tinja.

Fase kedua kampanya ini bertujuan menghapus perilaku BABS di Indonesia dengan mengikutsertakan keterlibatan masyarakat terutama kalangan anak muda, yang diwakili artis Dion Wiyoko dan juga Duta Tinju Tinja Melanie Subono.

Gue udah 12 bulan ini ikut dalam kampanye TinjuTinja, gue udah biasa ke daerah-daerah dan tinggal di rumah penduduk. Gue melihat perilaku BABS ini bahkan masih dilakukan oleh masyarakat yang sudah punya toilet, mereka bilang sudah tradisi. Buat gue itu konyol sekali,”¬†cerita Melanie Subono di konferensi pers Aksi Nasional Tinju Tinja, di Terrace Cafe Senayan, Jakarta [19/11].

Lanjutnya, “Hingga akhirnya gue ngerti ternyata mereka banyak yang belum tahu dampak besar dari BABS,”

Dion Wiyoko juga bersemangat dalam berkontribusi menyebarkan fakta-fakta mengenai isu BABS.

“Saya sangat bersemangat bisa ikut berkontribusi di Aksi Nasional Tinju Tinja ini, saat diberi tahu oleh tim UNICEF perihal jumlah penduduk yang BABS, saya sangat terkejut. Memang saya juga memiliki pengalaman saat berjalan-jalan di Indonesia, masih banyak daerah-daerah yang sanitasinya buruk, tapi saya tidak menyangka kita bisa jadi juara 2 perilaku BABS terbanyak, ini adalah PR besar bagi kita semua,” ungkap Dion Wiyoko di acara yang sama.

Tak hanya itu, Pemerintah RI pun semakin serius menangani masalah BABS, dengan menargetkan universal akses ke sanitasi pada 2019.

Tinju Tinja ini diharapkan dapat menciptakan norma sosial supaya orang sadar akan dampak buruk BABS dan mulai menggunakan toilet. G-readers juga dapat berpartisipasi unuk turut beraksi mengedukasi, menyebarkan fakta, mengajak masyarakat lain untuk menyebarkan isu BABS! Cek di tinjutinja.com.

[Ki-ka] Eko Wiji Purwanto (SE-MPP), Lilik Trimaya, Melanie Subono, Dion Wiyoko, Rafael.
[Ki-ka] Eko Wiji Purwanto (SE-MPP), Lilik Trimaya, Melanie Subono, Dion Wiyoko, Rafael.
[teks @uliafr | foto dok. PIAR]

SHARE