Deretan obat yang sebaiknya dihindari oleh anak pra sekolah

0
89

Dampak obat lebih berpengaruh pada anak-anak ketimbang dewasa, jadi memberikan anak pra sekolah resep obat berat apalagi herbal sangat tidak disarankan.

Ini adalah deretan obat yang sebaiknya tak Anda berikan pada anak usia 2-4 tahun.

Aspirin
Jangan pernah memberikan anak Anda aspirin atau apapun yang memiliki kandungan serupa, kecuali diresepkan oleh dokter. Aspirin bisa memicu sindrom Reye – jarang namun sangat fatal. Tanyakan pada dokter atau farmasi, apakah obat yang didapat atau dibeli mengandung aspirin.

Obat batuk dan pilek yang dijual bebasĀ 
The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak menyarankan memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas pada anak usia pra sekolah. Penelitian membuktikan bahwa obat bebas tidak menjamin dapat menyembuhkan anak usia dini, pun membahayakan apalagi jika dosis yang diberikan lebih dari yang direkomendasikan. Jadi, gunakan pengobatan alami di rumah.

Anti mualĀ 
Jangan berikan anak obat anti mual bebas, kecuali dokter secara spesifik merekomendasikannya. Biasanya mual pada anak tidak berlangsung lama dan anak bisa menghadapinya tanpa bantuan obat. Anti mual memiliki risiko komplikasi. Jika anak muntah berlebihan dan dehidrasi, sebaiknya segera hubungi dokter.

Obat untuk orang dewasa
Memberikan obat dewasa dengan dosis kecil, sama bahayanya dengan memberikan dosis besar obat anak. Orangtua seringkali tidak sadar bahwa infant drop untuk anak pra sekolah atau batita lebih memiliki konsentran lebih banyak ketimbang untuk anak yang lebih besar. Jika label pada obat tidak mengindikasi takaran untuk berat badan dan usia anak Anda, jangan berikan obat tersebut.

Obat yang diresepkan untuk anak lain
Akan tetap berbahaya walaupun obat tersebut diresepkan untuk kakak atau adik dengan penyakit yang sama. Berikan anak obat yang diresepkan hanya untuknya dan kondisi spesifik yang Ia alami. [teks Mindy Paramita/babycenter.com | foto healthychild.org]

Sumber:

Cosmopolitan

 

SHARE