EKI Dance Company, sajikan tarian tradisional dengan cara baru

0
174

“Banyak cara untuk melestarikan kebudayaan yang mungkin belum tereksplorasi oleh kita. EKI Dance Company merupakan salah satu contoh yang unik, mereka dapat membawakan genre tari yang terbilang modern, namun mampu menyisipkan juga sentuhan budaya Indonesia ke dalam kreasi tari yang mereka ciptakan,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Lanjutnya, “Ini merupakan cara yang kreatif untuk memperkenalkan budaya Indonesia pada generasi muda dengan cara kekinian.”

Dalam pertunjukan kali ini, EKI Dance Company membuka pertunjukan dengan tarian Lir Ilir. Setelah itu masing-masing generasi muda EKI Dance Company menunjukan kreasi tari yang mereka ciptakan.

Kreasi tari yang dibawakan oleh koreografer muda penerus EKI Dance Company ini memukau para penikmat seni yang hadir di auditorium Galeri Indonesia Kaya [GIK] kemarin sore [29/30].

Selain itu, mereka juga berbagi kisah kehidupan mereka sebagai penari, cara menginterpretasi tari dan bagaimana proses menciptakan sebuah tarian. Pertunjukan pun ditutup dengan tarian Kecak Fantasy.

Pertunjukan yang digelar EKI Dance Company ini bertajuk Choreographers, Dances, & Dancers¬†yang menampilkan sejumlah karya tari yang dikreasikan oleh para koreografer muda generasi penerus EKI Dance Company, yaitu; Takako Leen, Siswanto ‘Kojack’ Kodrata, Gede Juliantara, Yuliani Ho Pranoto, dan Kresna ‘Pecenk’ Wijaya.

Eksotika Karmawibhangga Indonesia atau EKI Dance Company didirikan tahun 1996 oleh Aiko Senosoenoto dan Rusdy Rukmarata. Hal ini dipicu oleh keprihatinan mereka terhadap fenomena sosial yang terjadi, yang pada saat itu generasi muda mulai banyak terpengaruh oleh pergulan bebas, narkoba, dan lainnya.[foto dok. GIK]

SHARE