Benarkah lari ultra marathon membahayakan tubuh?

0
117

Ultra marathon dinilai sebagai olahraga yang terlalu berlebihan dan berimplikasi negatif terhadap kesehatan, bahkan bisa menciutkan otak. Benarkah?

Sesuatu yang dilakukan secara berlebihan memang seringkali berakibat buruk, termasuk olahraga. Penilaian ini juga ‘dituduhkan’ kepada olahraga lari jarak jauh yang dikenal sebagai ultra marathon.

Dalam penelitian terbarunya, University Hospital of Ulm menemukan bahwa berlari ratusan kilometer seperti yang dilakukan para pelari ultra marathon dapat mengecilkan volume otak hingga 6%. Para peneliti dari John Moores University, Liverpool juga memperingati para pelari ultra akan resiko kerusakan jantung akibat olahraga yang mereka geluti itu.

Namun di sisi lain Dr. Martin Hoffman menilai tidak ada yang salah dengan olahraga ultra marathon, selama latihan dilakukan secara matang dan tidak melebihi batas kemampuan tubuh. Profesor di bidang kesehatan dari University of California ini bahkan pernah menggeluti olahraga yang menuntut daya tahan tubuh itu selama bertahun-tahun.

“Kuncinya adalah mengetahui batas yang mampu kita capai dari latihan yang sudah dilakukan,” katanya seperti dilansir Fox News.

Fisiologis Mark Hines juga meyakini bahwa resiko yang mengancam pelari ultra lebih berpotensi muncul saat melakukan race dibandingkan efek kesehatan jangka panjang yang akan dialaminya. Intinya adalah bagaimana menjaga agar tubuh tidak dehidrasi dan darah tidak kehilangan kandungan garam saat menjalani lari ultra.

Cara mengatasinya juga cukup sederhana, hanya dengan banyak minum air ketika sudah merasa haus ketika berlari dan mengonsumsi minuman elektrolit.

“Masalah kesehatan itu dapat diatasi dengan melakukan manajemen race yang baik,” jelas Hines.

Jadi, tak perlu ragu menantang diri Anda untuk lari ultra marathon, Brava Listeners. [teks @moehakam | foto Business Insider]

Sumber:

Brava

SHARE