Berwisata melihat keindahan alam Sumatera Barat

0
440
Lembah Harau

Amalla Vesta Widaranti yang berprofesi sebagai independent travel consultant dan juga sebagai founder @liburanlokal, belum lama ini berkunjung ke Trax FM Jakarta untuk program Kompak Bareng, dan kemudian menceritakan mengenai keseruan wisatanya di Sumatera Barat di tahun ini.

Vesta yang terbang dari Jakarta ke Padang kurang lebih 2 jam, mengaku dirinya tidak jalan-jalan di kota Padang. Namun, ia mengeskplorasi daerah-daerah pinggir di Sumatera Barat.

“Jadi, aku waktu itu ke Kelok 44, terus melihat Danau Maninjau. Nah, Kelok 44 itu yang menjadi penghubung antara Danau Maninjau ke Bukittinggi, dan ini merupakan salah satu jalur untuk acara balap sepeda Tour the Singkarak yang menjadi acara tahunan yang diikuti oleh pesepeda profesional dan internasional,” kata Vesta.

Nama Kelok 44 datang dari jumlah kelok atau belokan yang mencapai 44 kali. “Bener lho, sampai setiap kelokan itu ada nomornya. Aku yang norak, langsung foto di bawah tulisan 44,” jelas Vesta sambil ketawa.

Ceritanya lagi, “Saat itu, aku juga berhenti di sebuah warung yang sederhana banget ada di Kelok 32, dan view di sana itu bagus karena langsung menghadap ke Danau Maninjau. Jadi, view-nya itu, di bawah kelihatan jalan yang berkelok-kelok, terus kelihatan ada sawah, habis itu di bawahnya Danau Maninjaunya. Di sana keren banget!”

Tapi harus hati-hati, “Jalanannya di sana kecil dan itu dua arah. Jadi harus hati-hati banget kalau mau kayuh sepeda atau nyetir mobil, karena yang lewat di situ banyak, ada truk, bis, angkot, dan lain-lain,” jelas Vesta.

Kelok 44

“Jadi, kalau kamu ke Sumatera Barat, wajib banget untuk datang ke warung yang menghadap ke Danau Maninjau, karena di Jakarta tuh nggak ada view yang seperti itu,” ungkap Vesta.

Selain itu, di Bukittinggi yang terkenal dengan Jam Gadang sebagai ikonnya yang terletak di alun-alun ini ada restoran yang terkenal, “Kalau nggak salah namanya Ayam Pop Benteng dan harus puas-puasin lah kalau makan di sini, karena enak banget,” ceritanya.

Lalu, lanjutkan wisata kamu ke Lembah Harau yang berada sekitar 47km dari Bukittinggi. “Jadi, kalau Jam Gadang tadi itu adalah Big Bang-nya Bukittinggi, Lembah Harau ini adalah Green Canyon. Terus kalau keluar dari mobil nih, langsung deh teriak nama kamu, pasti menggema gitu. Seru!” ujar Vesta.

“Nah, di Lembah Harau ini aku menginap di Eco Home Stay. Eco-nya itu diambil dari gema, desainnya juga bagus antara Spanyol sama rumah Padang gitu. Pokoknya lucu deh. Terus, rumahnya ini muat banyak orang. Di sini juga udaranya sejuk banget dan kalau kita lihat ke bawah, itu sudah lembahnya. Pokoknya bagus banget,” cerita Vesta dengan semangat.

Satu lagi yang nggak boleh terlupa saat ke Sumatera Barat adalah mampir ke warung Nasi Padang-nya. Kuliner satu ini identik dengan rendang, daun singkong, dan kuah santennya yang pedas. Dan nasi Padang di sini pastinya asli dan khas, dengan rempah-rempah dan bumbu-bumbu yang istimewa asal Padang.

Bagaimana, apakah G-Readers tertarik untuk berpetualang ke Sumatera Barat? [teks Jane Gunawan | foto @liburanlokal]