Giring, Tulus, dan Tatjiana kampanyekan lawan verbal bullying

0
104
Giring, Tatjiana, Tulus

Verbal bullying merupakan sebuah bentuk lain dari praktek bullying [penindasan] yang dapat terjadi pada siapa saja. Istilah lain verbal bullying atau name calling adalah nama kataan atau ejekan. Dan mungkin G-Readers pernah mengalaminya.

Sebuah komunitas anti-bullying, SudahDong, lewat pendirinya Katyana Wardhana menyampaikan, “Data dari UNICEF terdapat 50% anak melaporkan mengalami bullying di sekolah. Hal ini seringkali mengakibatkan minat dan prestasi sekolah menurun, bolos sekolah, pindah, atau bahkan drop-out. Kami yakin hal ini tidak bisa didiamkan dan perlu gerakan aktif dari masyarakat, termasuk juga anak muda untuk menjadi bagian sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.”

Lebih dalam, Liza Marielly Djaprie, seorang psikolog menjelaskan, “Bullying dapat terjadi di mana saja, baik di sekolah, lingkungan sekitar bahkan rumah atau keluarga. Ada banyak penyebab dari hal ini baik itu dari diri pribadi pelaku di antaranya rasa kesal atau permusuhan, rasa kurang percaya diri, dendam maupun akibat pengaruh negatif dari luar seperti media.”

Lanjut Liza, “Name calling sendiri makin marak terjadi saat ini di kalangan masyarakat Indonesia yang sangat aktif dalam dunia maya, bahkan sampai di kalangan anak-anak dan kurang adanya filter dimana sayangnya belum ada kesadaran yang kuat dari masyarakat untuk menanggulangi hal tersebut.”

Kampanye stop verbal bullying ini dikampanyekan Coca-Cola bersama tiga selebriti tanah air yang dipublikasikan Rabu [13/01] kemarin di sebuah resto di Jakarta. Berikut dukungan tiga selebriti itu.

Giring Ganesha [Nidji]
“Saya menaruh perhatian dalam hal bullying terutama mengenai pemanggilan nama julukan bagi orang lain ini. Tentunya saya sendiri yang memiliki anak tidak berkenan jika nama yang merupakan doa kami bagi anak-anak kami menjadi bahan olokan pihak lain yang tidak bertanggung jawab.”

“Seperti yang kita tahu bahwa anak jaman sekarang semakin pintar dan dekat dengan dunia maya. Penting bagi kita sebagai orangtua untuk aktif menghentikan tindakan bullying karenanya saya mendukung penuh kegiatan dari Coca-Cola ini. Mari mulai memanggil nama orang lain dengan nama asli mereka masing-masing.”

Tulus [penyanyi]
“Sesuai dengan nama asli, saya yakin orangtua saya menaikkan doanya dan menaruh harapan agar kelak anaknya menjadi seorang yang berkepribadian dan berakhlak baik. Nama adalah harapan. Jangan sampai julukan, mematahkan harapan yang ada di dalam nama kita.”

Tatjiana Saphira [aktris]
“Mari kita sebagai generasi muda Indonesia turut serta dalam kampanye positif ini dan menjadi bagian dari perubahan positif bagi masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, lingkungan, dan keluargamu, bahkan Indonesia secara luas.”

Kamu dapat berpartisipasi dalam kampanye ini dengan mengakses cokeurl.com/rayakannammu atau cokeurl.com/sharecokeid.

[teks @bartno | foto dok. Coca-Cola]

SHARE