Batik Kudus tampil gaya di ajang New York Fashion Week 2016

0
327

Wastra Indonesia tampil memukau di ajang New York Fashion Week 2016. Adalah desainer Indonesia Denny Wirawan bersama Bakti Budaya Djarum Foundation membawa wastra Indonesia ke panggung fashion dunia.

Pertunjukkan desain Denny Wirawan ini tampil dalam Fashion Gallery New York Fashion Week [FGNYFW] dengan lini etniknya Balijava dengan koleksi Batik Kudus.

Denny memperlihatkan 15 looks rancangan terbaru koleksi Fall Winter yang modern, edgy, dan elegan di hadapan para pecinta fashion di Ballroom Hotel Affinia Manhattan, New York, Minggu [14/2] malam kemarin.

FGNYFW merupakan bagian dari rangkaian acara New York Fashion Week yang dikenal sebagai salah satu kiblat fashion dunia. Para desainer dunia berkesempatan menampilkan hasil karya mereka di NYFW ini dalam empat bagian acara, antara lain: New York Fashion Week Main Tent, Style New York Fashion Week, Couture New York Fashion Week, dan Fashion Gallery New York Fashion Week.

Untuk Fashion Gallery sendiri merupakan runway para desainer berbakat dengan lini busana siap pakai [prêt-à-porter] yang juga merupakan fokus Denny Wirawan untuk Balijava dengan koleksi Batik Kudus dengan tema “Padma”.

Padma atau lebih dikenal dengan sebutan bunga Lotus, merupakan simbol kecantikan abadi dan kemurnian di budaya Asia. Filosofi bunga Teratai (Lotus) yang merupakan motif asli Batik Kudus ini telah menarik perhatian Denny Wirawan, sehingga mengembangkan dan mengolah motif bunga Lotus sebagai rangkaian koleksinya hari ini.

Denny Wirawan
Denny Wirawan

“Sebuah kebanggaan bagi saya membawa batik Indonesia yang kali ini menggunakan Batik Kudus go international di runway Fashion Gallery New York Fashion Week 2016. Sekaligus memperkenalkan pada pecinta dan industri fashion bahwa batik Indonesia tampil modern, elegan, dan mengikuti perkembangan tren fashion dunia.  Saya harap Balijava dengan koleksi Batik Kudus dapat menjadi jalan karya anak bangsa diterima oleh pasar internasional seperti Amerika Serikat,” ujar Denny Wirawan yang telah berkiprah di industri mode selama 20 tahun.

Pada penampilan koleksi pertama hingga kesepuluh, Denny Wirawan menampilkan rancangan yang fresh, modern, dan edgy. Terlihat dari koleksinya, celana berpotongan longgar berpadu menarik dengan atasan fitted yang menampilkan lekuk tubuh pemakainya, beragam pola outer dengan siluet modern berpadu menarik dengan teknik embroidery yang menjadi statement Denny Wirawan.

Untuk atasan, Denny Wirawan terinspirasi dari keanggunan wanita Indonesia di masa silam yaitu kebaya -pakaian perempuan Jawa- dan siluet beskap -pakaian pria Jawa- menjadi busana wanita siap pakai yang sarat kekinian. Motif bunga Lotus dan sayap yang diaplikasikan di atas bahan geometrik banyak ditampilkan pada koleksi awal.

Sementara pada koleksi kesebelas hingga lima belas, gaya glamor dan elegan mendominasi Balijava dengan koleksi Batik Kudus. Tampak rancangan gaun panjang yang bertumpuk dengan long coat dan cape, dengan motif beras kecer sebagai dasar dan bunga Lotus sebagai motif utama, melenggang dengan anggunnya.

Didukung oleh perhiasan dari EPAJEWEL yang juga karya anak bangsa, keseluruhan peragaan busana ini menjadi satu kesatuan yang menampilkan kecantikan dan eksotika pesona budaya Indonesia.

[teks @bartno | foto Bakti Budaya Djarum Foundation]

SHARE