Mengintip kesuksesan para CEO Tionghoa

0
312
Jack Ma pendiri Alibaba Group, e-commerce terbesar di Tiongkok
Jack Ma pendiri Alibaba Group, e-commerce terbesar di Tiongkok
Jack Ma pendiri Alibaba Group, e-commerce terbesar di Tiongkok

Ini budaya kerja yang digunakan CEO Tionghoa untuk mencapai kesuksesan!

Dalam program Cosmopolitan Career yang mengudara setiap Kamis, pukul 7.00-8.00 WIB di Breakfast Club, 90.4 Cosmopolitan FM, Alexander Sriewijono, psikolog, penulis buku, dan pendiri ‘Daily Meaning’, menjelaskan tentang kesuksesan para pengusaha Tionghoa.

Berikut pemaparannya,

Dalam dunia perekonomian, negara China terbilang sangat maju dibandingkan negara lainnya. Hal itu tidak terlepas dari para pemimpin perusahaan yang baik. Tidak hanya dalam organisasi saja, para pemimpin ini juga ikut memajukan perekonomian dan pendidikan negaranya.

The Hofstede Center pernah melakukan sebuah riset terhadap 48 negara dengan membandingkan 5 dimensi dari kebudayaan suatu negara secara nasional. Lima dimensi tersebut adalah:

  • Power Distance Index. Merupakan dimensi yang menyatakan bagaimana sebuah kekuasaan seseorang bisa menciptkan adanya “jarak”.
  • Individualism. Bagaimana negara tersebut punya sifat individualis.
  • Masculinity VS Feminity. Sebuah budaya melihat pentingnya gender dalam kehidupan sosial.
  • Uncertainty Avoidence Ketika sebuah perusahaan di suatu negara tidak ingin mengambil resiko dan lebih memilih kepastian.
  • Long Term Orientation. Memiliki perencanaan jangka panjang. Negara Tiongkok termasuk yang memiliki tingkat Long Term Orientation yang tinggi.

Di samping itu, Hay Group pernah membuat suatu riset selama 1,5 tahun terhadap 37 CEO asal Tionghoa. Hasilnya, ada 3 hal dominan yang dimiliki para pemimpin dalam menyukseskan bisnis atau usahanya. Berikut hasilnya:

Social Responsibility
Para pemimpin di Tionghoa tidak hanya mementingkan bagaimana bisnisnya bisa sukses. Sebagai seorang pemimpin, mereka juga memiliki kepekaan dan merasa bertanggung jawab akan lingkungan sosial. Hal ini dilakukan di era sekarang, semua orang bisa “bersuara” mengenai perusahaan tersebut. Hal itu untuk mencegah masyarakat “menyerang” perusahaan itu.

Harmony
Setiap pemimpin asal Tionghoa mampu menjaga harmonisasi di perusahaannya. Ia mampu menjaga keselarasan, bekerjasama dengan pihak lain, dan megedepankan win-win solution. Keselarasan inilah yang dibutuhkan dalam setiap organisasi. Bagaimana kita menekankan ego agar tidak menimbulkan konflik.

Self-Improvement
Self improvement didorong dari pemetaan bisnis yang ada. Negara Tionghoa selama ini dikenal sebagai negara yang suka membuat barang tiruan. Namun kini, mereka sudah mulai membuat produk elektronik sendiri. Kemudian para CEO ini melihat, jika mereka hanya menjalankan bisnis dengan meniru ataupun mengadaptasi produk lain, bisnis mereka tidak akan bertahan. Salah satu self-improvement yang dilakukan adalah belajar bahasa Inggris.

Dapat disimpulkan, masyarakat Tionghoa tidak seluruhnya bisa dipandang sebagai pribadi yang perhitungan ataupun stereotype lainnya. Ketiga hal yang dimiliki para CEO tersebut membuktikan kesuksesan yang diraih para pebisnis di China seperti sekarang.

Pada akhirnya, setiap orang tentu dituntut mengikuti perkembangan zaman tanpa mendahulukan ego masing-masing. Inovasi juga menjadi hal penting dalam kemajuan bisnis. Karena itulah, menjalin keselarasan dengan rekan bisnis tentu akan mempermudah jalan bisnis Anda.

[teks Della Hermawan | foto scmp.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE