Semar Gugat versi baru dipertunjukkan oleh Teater Koma

0
120
PEMENTASAN SEMAR GUGAT - TEATER KOMA (2)

Di tahun 1995, pementasan bertitel “Semar Gugat” diselenggarakan, dan kini Teater Koma mengangkat karya Nano Riantiarno ini dalam kemasan yang lebih modern.

Lewat karyanya ini pula, sang penulis Nano Riantiarno mendapatkan penghargaan South East Asia Writers tahun 1998 di Thailand.

Nah, Pertunjukkan Semar Gugat, bisa G-readers saksikan di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, mulai 3 Maret hingga 10 Maret 2016, setiap pukul 19.30 WIB, atau di Minggu pukul 13.30 WIB.

Semar Gugat bercerita tentang Kerajaan Amarta sedang geger. Dikarenakan, Srikandi meminta mas kawin yang tak wajar kepada sang calon suami, Arjuna.

Saat pernikahan nanti, Arjuna harus memotong kuncung Semar untuk dihadiahkan kepada Srikandi. Hal ini tentu saja merupakan penghinaan besar bagi Semar dan keluarganya.

Padahal, hal itu merupakan ulah Betari Permoni yang merasuk ke dalam tubuh Srikandi untuk bisa bermesraan dengan Arjuna.

Akhirnya Semar pergi ke Khayangan, meminta dikembalikan jadi wujudnya yang rupawan. Kemudian, menjadi raja Simpang Buwana Nuranitis Asri, dengan gelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Tak lama, dia memutuskan untuk menantang Arjuna dan Srikandi adu sakti.

Mampukah Semar menghadapi kesaktian Arjuna, Srikandi serta Betari Permoni?

“Lakon Semar Gugat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Dikemas dengan kreatif sehingga menampilkan pertunjukan yang menarik dan tentunya menghibur penonton yang hadir. Kami harap pertunjukan ini akan menghibur dan penonton yang hadir memahami pesan moral yang kami sampaikan dalam lakon ini,” tutur Nano Riantiarno, sang sutradara pementasan Semar Gugat.

Aksi panggung Teater Koma diramaikan oleh penampilan Budi Ros sebagai Semar, didukung oleh Dorias Pribadi, Rita Matu Mona, Emanuel Handojo, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Alex Fatahillah serta Daisy Lantang.

Tidak ketinggalan pula Cornelia Agatha, Tuti Hartati Dwi, Dana Hassan, Bayu Dharmawan Saleh, Andhini Puteri Lestari, Ina Kaka, Angga Yasti, Julung Ramadan, Bangkit Sanjaya serta Rangga Riantiarno. [teks @bartno | foto Djarum Apresiasi Budaya]

SHARE