Ireng Maulana dan kenangan indah di Singapura

0
120

Di tengah perhelatan Java Jazz di Jakarta, terselip kabar duka. Musisi Jazz kenamaan Ireng Maulana tutup usia. Layar video di setiap panggung Java Jazz mengabarkan berita duka ini.

Almarhum wafat pada Minggu [6/3] dini hari, dikarenakan sakit yang dideritanya. Beliau wafat di usia 71 tahun.

Selama kiprahnya di musik Jazz, Ireng telah beberapa kali tampil di perhelatan musik. Mungkin yang paling memesona adalah, saat tampil di Festival Jazz Internasional di Singapura, 1983.

Dilansir Wikipedia, di sana Ireng tampil membawa bendera Ireng Maulana All Stars. Tanpa disangka, sambutan penonton luar biasa. Di akhir pertunjukkan mereka berdiri memberikan standing ovation, dan meneriakan bis atau lagi berkali-kali.

Esoknya, surat kabar The Sunday Times memberitakan dengan titel “Standing Ovation for Jazz Group”, hal yang konon belum pernah dilakukan sebelumnya oleh penonton Singapura, terutama untuk musik Jazz.

Lalu kemudian, kritikus jazz Balbier S. Marcus mengomentari, “mereka sungguh luar biasa dan sangat sempurna dalam bidangnya masing-masing.”

Tak hanya itu, karya-karya lain Ireng Maulana juga banyak mendapatkan acungan jempol dan menjadi inspirasi musisi lainnya.

Selama jalan Ireng Maulana, semoga diberikan tempat terbaik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. [teks @bartno | foto Tempo.co]

SHARE