Tips memotivasi anak tanpa “menyuap”

0
188

Memberikan imbalan pada anak sudah bukan zamannya lagi, ini tips alternatifnya!

Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang berprestasi di sekolah dan di rumah. Sayangnya, sampai sekarang masih ada lho orangtua yang “menyuap” anak untuk melakukan hal baik dengan imbalan.

Hal tersebut, tentu bisa membuat anak selalu mengharapkan hadiah atas apa yang dia kerjakan.

Dikutip dari laman webMD, berikut 5 dari 10 tips agar orangtua bisa bekerjasama dengan sang anak, tanpa mengharapkan imbalan:

  1. Tunjukkan Caranya

Anak Anda tidak suka makan sayuran? Caranya, cukup mencontohkan si kecil bahwa Anda juga mengonsumsi sayuran. Di usia si kecil yang masih muda, ia masih sangat senang menirukan apa yang dilakukan orangtuanya. Jadi, sebaiknya jangan hanya meminta tolong atau memerintah saja. Tunjukkan juga caranya, agar si anak tahu, kalau dia tidak merasa sendiri dan tanpa arah dalam melakukan hal tersebut.

  1. Jadikan Waktu Bermain bersama Ayah & Ibu Sebagai Hadiah

Daripada memberikan makanan atau kebebasan bermain video game, lebih baik hadiahkan waktu bermain bersama Anda. Bersepeda di sore hari atau bermain mini-golf tentu lebih efektif. Pada dasarnya anak membutuhkan perhatian. Apalagi bila si kecil memiliki kakak atau adik, waktu bersama keluarga sangat dibutuhkan dibandingkan waktu bermain video game dan sebagainya.

  1. Hindari memberikan makanan sebagai hadiah

Menghadiahkan Cosmocil izin makan permen, atau cokelat sepuasnya hanya akan mengajarkan mereka bahwa segala masalah yang mereka hadapi bisa diselesaikan dengan makanan. Menghadiahi atau menghukum anak dengan makanan tentu bisa membuat si kecil jadi hobi makan atau malah diet ketat saat dewasa nanti.

  1. Tidak hanya hasil, prosesnya juga penting

Pada dasarnya anak tidak butuh dipuji, tapi dihargai. Jika Cosmocil sedang menggambar, sebaiknya jangan berfokus untuk memuji hasilnya saja. Fokuslah pada prosesnya. Perhatikan setiap detil yang dia sampaikan.

Selain itu, saat Anda mengajarkan sebuah olahraga pada anak. Jangan menanamkan bagaimana olahraga hanya terfokus pada menang atau kalah, tanamkan juga bahwa olahraga itu baik untuk kesehatan. Selain itu, sampaikan juga kalau teknik dan strategi dalam olahraga lebih penting daripada hasilnya.

  1. Jangan Berteriak pada Anak

Bila Anda ingin meminta anak melakukan sesuatu atau mendisiplinkannya, jangan lakukan dengan cara berteriak atau membentak. Ini adalah kesempatan bagi anak untuk melihat bagaimana cara orangtuanya mengatur emosi. Jangan sampai dia juga melakukan hal yang sama. Cobalah untuk menjelaskan konsekuensi jika tidak mengikuti aturan orangtua, tetaplah pada pendirian, dan hindari bernegosiasi dengan anak.

Kelima hal tersebut tentu bisa menciptakan kerjasama dengan anak tanpa harus selalu mengiming-imingi hadiah atas apa yang dia lakukan. Hal ini juga berdampak saat mereka dewasa. Dia akan selalu dengan tulus membantu orang lain, tanpa mengharapkan imbalan. Selamat mencoba, Cosmoners! 

[teks Della Hermawan | foto cmuse.org]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE