Bahaya glaukoma dan cara penanganannya

0
265

G-readers sudah tahu kah mengenai penyakit glaukoma? Ini adalah penyakit mata yang ditandai oleh kerusakan saraf mata yang dikaitkan dengan peningkatan tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan.

Bahayanya, kerusakan akibat glaukoma ini sifatnya permanen, dan dapat mengakibatkan kebutaan.

Jakarta Eye Center [JEC], selaku Rumah Sakit Mata bertaraf internasional, dalam rangka menyambut World Glaucoma Week [WGW] atau Pekan Glaukoma Sedunia yang jatuh pada tanggal 6 Maret hingga 12 Maret 2016, memberikan penjelasan mengenai glaukoma ini.

Risiko
Glaukoma umumnya diderita oleh mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit glaukoma, mereka yang berusia di atas 40 tahun, dan yang mengidap penyakit diabetes melitus.

Klasifikasi
Glaukoma Primer Sudut Terbuka; dikenal juga sebagai “si pencuri penglihatan” karena sulit untuk dideteksi dini dan tidak bergejala kecuali pada tahap lanjut.

Glaukoma Primer Sudut Tertutup; gejala yang umum terjadi, pasien mengeluhkan mata menjadi nyeri, buram, dan merah.

Glaukoma Kongenital Primer atau Primary Congenital Glaucoma [PGC]; ini merupakan kasus glaukoma langka, terjadi pada 1 orang di antara 10 ribu. Terjadi pada anak saat dilahirkan sampai dengan usia 3 tahun.

Glaukoma karena faktor lain; glaukoma tipe ini bisa disebabkan karena katarak, trauma, kecelakaan, pemakaian obat-obatan yang mengandung steroid secara jangka panjang, glaukoma paska operasi mata, atau glaukoma sebagai komplikasi diabetes melitus.

Pengobatan dan pencegahan
Sampai dengan saat ini belum ditemukan cara untuk memperbaiki kerusakan penglihatan akibat glaukoma, namun dapat dilakukan perawatan sejak dini guna memperlambat kerusakan saraf. Antara lain:

Obat tetes mata; penanganan paling umum dan awal diberikan dokter mata bagi pasien glaukoma.

Laser Peripheral_Iridectomy [LPI] atau Trabeculoplasty [LTP], operasi Bedah Filtrasi Mata [Trabeculectomy]; tindakan membuka saluran pada sebagian anyaman trabekulum untuk memperlancar sirkulasi cairan mata.

Operasi implan glaukoma; pemasangan alat kecil menyerupai selang pada mata untuk meningkatkan kinerja pembuangan cairan mata.

Ketua Glaucoma Service RS Mata Jakarta Eye Center, DR. Dr. Ikke Sumantri, SpM [k], menganjurkan, “Pemilik risiko tinggi glaukoma sebaiknya melakukan deteksi dini dan terapi dini sebagai langkah penting guna mencegah kebutaan akibat glaukoma.” [teks @bartno | foto Indianexpress.com]

SHARE