Pameran Furniture Indonesia 2016, kolaborasi konsep untuk dukung industri kreatif Indonesia

0
220

Pameran Furniture Indonesia merupakan new concept dari Indonesia International Furniture and Craft Fair [IFFINA] yang telah diselenggarakan sebanyak 8 edisi sejak 2008 hingga 2015.

Pada tahun 2016 ini, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia [ASMINDO] bersama PT Traya Eksibisi Internasional [Traya Indonesia] membuka Pameran Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia 2016 dengan menghadirkan konsep dan harapan baru bagi exhibitor domestik dan juga asing.

Diresmikan oleh Saleh Husin, Menteri Perindustrian Republik Indonesia pada 10 Maret di Pre-Function Hall B Jakarta Convention Center [JCC]. Pameran yang menjadi salah satu agenda rutin tahunan pemerintah Republik Indonesia dan merupakan satu-satunya pameran furnitur di Indonesia yang diakui sebagai rangkaian Pameran ASEAN Furniture Industries Council ini akan berlangsung pada tanggal 10-13 Maret 2016 di JCC.

Saleh Husin, Menteri Perindustrian Republik Indonesia mengatakan dalam sambutannya, “Industri furniture Nasional mengalami peningkatan yang signifikan setelah pemerintah menerapkan kebijakan untuk melarang atau membatasi ekspor sumber daya alam. Nilai ekspor kayu dan rotan pada tahun 2012 mencapai USD 1,4 miliar dan terus meningkat hingga USD 2,2 miliar pada tahun 2014 dan diprediksi mencapai USD 5 miliar dalam kurun waktu lima tahun mendatang,” ungkapnya.

“Salah satu pameran tingkat internasional yang diikuti oleh Kementerian Perindustrian adalah IFFINA Furniture Indonesia 2016. Selain untuk memperkenalkan produk-produk furnitur Indonesia di pasar internasional, pameran ini juga diharapkan untuk mempercepat pencapaian target ekspor sehingga industri furniture dapat memberikan kontribusi yang lebih pada perolehan devisa negara maupun penyerapan tenaga kerja,” sambungnya.

Pameran Furniture Indonesia 2016 yang diikuti oleh 300 exhibitor domestik dan asing ini akan menampilkan keunikan beragam furnitur bermaterial rotan dan kayu dari Indonesia, serta berkolaborasi dengan Pameran Mozaik Indonesia, yaitu sebuah pameran bagi perdagangan Business to Business [B2B] yang akan memamerkan produk-produk terbaru dari produsen maupun manufaktur dan menyediakan inspirasi ide bagi para buyers sesuai dengan keunikan bisnis mereka masing-masing.

Taufik Gani selaku ketua umum ASMINDO mengemukakan;
“Data BPS menunjukkan nilai ekspor industri furnitur dan kerajinan pada tahun 2015 mencapai USD 2,6 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa potensi industri furnitur masih sangat besar dan mungkin untuk berkembang lebih lagi.”

Lanjutnya, “Oleh karena itu, di tahun penyelenggaraannya yang ke-9, kami menghadirkan wajah baru IFFINA, yaitu Pameran Furniture Indonesia yang mengusung konsep Unleashing High Quality Furniture Indonesia for International Market sebagai sarana untuk menunjukkan potensi Indonesia di dunia internasional. Pada pameran ini kami menargetkan transaksi sebesar USD 700 juta.”

Selain menghadirkan produk dan desain produk, Pameran Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia juga menampilkan seminar dan workshop terkait dengan desain juga produk furnitur dan terbuka untuk umum dengan HTM IDR 100.000 [10-12 Maret 2016] dan IDR 50.000 [13 Maret 2016]. [teks & foto @uliafr]

SHARE