Aspek penting menjalankan bisnis startup

0
145

Setujukah Anda waktu kerja yang fleksibel dapat membantu bisnis startup lebih kreatif?

Seiring perkembangan internet dan media sosial, banyak generasi muda yang membuat usaha sendiri berbasis digital. Tak selalu membutuhkan gedung kantor dan toko, semua bisnis bisa dijalankan melalui gadget.

Di era seperti sekarang inilah, generasi muda mulai membangun usaha atau bisnisnya sendiri, yang biasa disebut startup company. Ide-ide segar dan kreatif pun bertebaran dan menjadi ladang bisnis yang menjajikan. Meskipun terlihat menggiurkan, tak semua perusahaan startup memperoleh kesukesan. Mereka yang tidak berkembang, justru harus terima keputusan untuk gulung tikar.

Lalu, apa aspek-aspek penting yang bisa dijadikan referensi untuk Anda yang ingin memulai mendirikan startup company? Berikut trik dari Alexander Sriewijono dari Daily Meaning di Cosmopolitan Career, Breakfast Club: 

  • Waktu Kerja yang Fleksibel. Jika kita melihat perusahaan yang sudah berkembang dan maju, ada hal-hal yang bisa diambil dan diaplikasikan pada startup company Anda. Pada startup company yang cenderung berlatar belakang ide kreatif, ada segelintir orang yang idenya tidak bisa dipaksakan. Bisa jadi kreatifitas seseorang muncul setelah jam makan siang, atau setelah minum secangkir kopi. Namun fleksibilitas inilah yang akhirnya menjadikan perusahaan tersebut produktif dan inovatif. Dan beberapa perusahaan sudah mulai menemukan work style di kantor mereka. Ada yang sambil bekerja di coffeeshop, ataupun bekerja setelah melakukan olahraga terlebih dahulu, namun mereka tetap optimal dalam bekerja.
  • Hilangnya Hierarki dalam Organisasi. Biasanya dalam startup company sudah mulai menghilangkan adanya hierarki dalam perusahaan. Artinya, perusahaan tersebut tetap mempunya struktur, namun kebijakannya tidak sesulit perusahaan yang sudah berkembang dan maju. Pekerjaan yang diemban karyawannya pun lebih teratur dan kerjasama lebih sering terjalin. Sehingga saat akan mengambil keputusan tidak bertele-tele. Teknologi juga membantu startup company agar lebih efisien, tanpa harus meeting secara tatap muka. Karyawan pun bisa mengerjakan data-data dan dokumen-dokumen penting.

Pada dasarnya, ada rasa yang berbeda antara bekerja di perusahaan yang sudah ada daripada bekerja di perusahaan sendiri. Ownership yang baik juga sangat diperlukan bagi Cosmoners yang mau berbisnis sendiri. Gagal saat memulai startup company juga bukanlah akhir dari segalanya.

Justru saat inilah Anda dan perusahaan sama-sama belajar agar lebih baik ke depannya. Hindari memecat karyawan karena melakukan kesalahan. Bila hal itu dilakukan, baik Anda dan rekan kerja tidak akan pernah maju.

Sebesar atau sekecil apapun masalah yang Anda hadapi di perusahaan, rasa memiliki yang kuat akan menjauhkan Anda dari kata ‘menyerah’. Karena Cosmoners merasa bahwa Andalah yang merintis perusahaan tersebut dari nol, dan sampai kapanpun tetap akan Anda perjuangkan.

[teks Della Hermawan | foto freepik.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE