Tips usir jenuh dari rutinitas harian si Kecil

0
154

Kesibukan si Kecil sudah melebihi Anda? Simak gejala dan tips mengatasinya di sini!

Anak-anak di era sekarang banyak yang dituntut aktif di sejumlah kegiatan sekolah maupun di luar sekolah. Sayangnya, tanpa disadari si kecil sebenarnya lelah dengan kegiatan sehari-hari yang selalu dilakukan tanpa jeda. Ada banyak gejala yang Anda bisa kenali, saat si kecil benar-benar sudah merasa “terlalu sibuk”.

Apa saja ya gejalanya dan bagaimana mengatasinya?

  1. Kesehatan Menurun

Si Kecil mungkin tidak pernah bercerita terus terang kepada Anda bahwa sesungguhnya dia sudah jenuh atas rutinitasnya. Sakit kepala dan masalah pencernaan merupakan gejala yang sering terjadi dan mudah dideteksi.

Sebaiknya, tanyalah pada si kecil apa yang sebenarnya sedang dia rasakan. Mulailah menentukan skala prioritas dan mengurangi rutinitas yang dianggap kurang perlu. Berikan satu hari khusus untuk Cosmocil di mana dia benar-benar tidak melakukan hal apapun sehari penuh selain beristirahat.

  1. Free Time Itu Penting!

    clock-163580_960_720
    Terlalu banyak kegiatan di luar sekolah bisa membuat Si Kecil jenuh.

Pada dasarnya si Kecil butuh waktu istirahat singkat setiap harinya. Anda bisa mengajaknya refreshing dengan mengajaknya bermain sepeda, membaca buku, atau sekedar jalan-jalan. Namun, main video games dan menonton TV jangan dihitung sebagai pelepas jenuh ya, Cosmoners!

  1. Bedanya Dulu dan Sekarang

Bila dibandingkan dengan masa kecil Anda, anak-anak zaman sekarang jauh lebih “sibuk” lho. Terlalu banyak kegiatan di sekolah dan di luar sekolah nyatanya menjadi faktor jenuhnya si Kecil. Setelah sekolah, aktivitas pun dilanjutkan dengan jadwal les dan lain sebagainya.

  1. Perbanyak Waktu dengan Keluarga

Banyaknya kegiatan si Kecil di luar terkadang memengaruhi prestasinya di sekolah. Waktu dengan keluarga juga jadi terbatas. Luangkan waktu bersama si Kecil dari hal sederhana, misalnya makan malam bersama. Tanyakan kegiatannya seharian ini. Anda pun bisa mengingatkannya untuk menjaga kesehatan. Dengan begitu anak merasa bisa membagi kejenuhan dan keletihannya dengan Anda.

  1. Pilihan Kegiatan di Luar Sekolah

Jika anak Anda menyukai kegiatan di luar sekolah seperti bermusik atau tergabung dalam sebuah klub sepakbola, tanamkan padanya bahwa kegiatan itu hanya untuk bersenang-senang dan menyalurkan hobi saja. Ingatkan juga, kegiatan tersebut tidak bertujuan untuk membentuk pribadi yang kompetitif, tetapi membuat anak lebih terfokus pada kegiatan non-akademisnya.

Kegiatan si kecil yang banyak pasti memiliki tujuan yang baik. Namun ingat, jangan karena memikirkan tujuan, akhirnya si Kecil justru jenuh dan stres.

Sebaiknya, tetap seimbangkan kegiatannya dan waktu istirahat si Kecil. Dengan begitu, dia akan optimal dalam semua bidang. Selamat mencoba, Cosmoners! [teks Della Hermawan/ WebMD in collaboration with Sanford Health Systems | foto pixabay.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE