Opera klasik dunia, Carmen, akan dipentaskan pertama kali di Jakarta

0
238
Opera Carmen, press conference

Carmen merupakan salah satu kisah opera yang sangat populer dan paling sering diangkat ke atas panggung opera di dunia.

Carmen terdiri dari 4 babak yang menceritakan kisah tragis perebutan hati wanita Gipsi. Pertama kali dipentaskan di Paris pada tahun 1875. Dan, Habanera serta Toreador Song merupakan bagian aria [nyanyian tunggal] yang paling terkenal dari seluruh aria yang ada dalam opera.

Opera klasik ini akan dipentaskan oleh The Resonanz Music Studio [TRMS] yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, dan akan disutradarai oleh Jos Groenier, sutradara asal Belanda yang telah menampilkan opera di berbagai negara.

Serta, melibatkan pelatih vokal berdarah Jepang dan Hawaii, Brian Masuda yang melatih seluruh penampil untuk pelafalan naskah Carmen yang berbahasa Perancis.

Para solois Indonesia yang akan menjadi pengisi opera ini adalah, Heny Janawati, Valentina Aman, Alvin Tobing, dan Renno Krisna.

Opera ini juga melibatkan koor dalam jumlah besar yaitu Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children’s Choir. Musik akan dihadirkan oleh, Jakarta Concert Orchestra, dan tatanan multimedia, suara, dan cahaya yang melibatkan Taba Sanchabachtiar, Sadat Effendy, dan Iwan Hutapea.

Untuk membuat penonton Indonesia dapat lebih memahami alur cerita Carmen, Happy Salma akan menjadi penutur ceritanya.

‚ÄúSebagai lembaga pendidikan musik, The Resonanz Music Studio di bawah pimpinan Avip Priatna konsisten mendekatkan musik klasik kepada masyarakat melalui beragam pertunjukan orkestra yang spektakuler.”

“Kali ini, opera Carmen yang sangat terkenal di dunia disajikan ke atas panggung Indonesia, dengan melibatkan orang-orang profesional serta talenta-talenta muda berkualitas. Karya indah ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam pergerakan musik klasik di kancah internasional,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, dalam keterangan pers via email kepada kami.

“Keinginan saya untuk menampilkan opera di panggung sudah sejak lama ada di benak saya sejak sepuluh tahun yang lalu. Dalam kurun waktu itu, saya mencari opera mana yang menarik dan belum pernah ditampilkan di Indonesia secara menyeluruh sesuai dengan naskah asli dan kualitas Eropa yang merupakan asal mula dan berkembangnya opera.”

“Setelah berdiskusi dengan banyak orang dan melihat perkembangan seni musik klasik di Indonesia, saya tertarik mengangkat Carmen dan menyajikannya sebagai tontonan yang tidak hanya menarik dan indah, namun juga mengedukasi masyarakat mengenai opera,” ujar Avip Priatna, Direktur The Resonanz Musik Studio.

Opera klasik Carmen dapat G-readers saksikan di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 16 April pukul 19.30 WIB, dan Minggu, 17 April 2016 pukul 16.00 WIB.

Tiket, bisa didapatkan di www.theresonanz.com/operacarmen, dengan rincian harga, VVIP – IDR 2 juta, VIP – IDR 1,5 juta, Kelas I – IDR 1 juta, Kelas II – IDR 500 ribu, dan Student – IDR 300 ribu. [teks @bartno | foto Ist]

SHARE