Mengenal sarapan yang baik

0
216
BCL & Ashraf

Sarapan masih dianggap bukan hal penting untuk memulai hari. Padahal kalo kamu melewati sarapan, daya konsentrasi akan berkurang, pusing, lemas, dan mengantuk.

Namun ada juga warga urban yang memiliki gaya hidup yang serba cepat, sehingga melakukan sarapan ala kadarnya saja.

Sarapan memang, tapi bukan sarapan yang ideal atau baik.

Jadi, bagaimana sarapan yang baik itu?

Menurut dr. Diana F. Suganda, MKes, SpGK, seorang dokter gizi dalam acara perkenalan belVita Breakfast di Hotel Hermitage, Jakarta [19/4] mengatakan, “Sebaiknya kita tidak mengabaikan sarapan, dan sarapan yang baik harus mengandung karbohidrat seperti gandum utuh yang penting untuk kebutuhan energi.”

“Sedangkan untuk sumber proteinnya bisa mengonsumsi produk olahan susu serta seporsi buah atau sayuran untuk asupan vitamin dan mineral. Selain itu bisa ditambahkan secangkir kopi, teh, atau air putih untuk memenuhi hidrasi tubuh. Nutrisi sarapan sebaiknya memenuhi sekitar 15-30 persen kebutuhan gizi untuk menjalani hari dengan penuh semangat,” jelas dr. Diana lagi.

Dalam acara peluncuran belVita Breakfast ini yang menggandeng Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair sebagai brand ambassador, Mondelez International juga memberikan rincian mengenai sarapan ideal itu, seperti apa.

Menurut data yang mereka rangkum dari Scientific Opinion on Dietary Reference Values for carbohydrates and dietary fiber [EFSA Journal 2010: 8(3)]:1462, dan FAO/WHO Dietary CHO in human nutrition 1998, sarapan ideal harus terdiri dari empat kategori makanan:

1. Karbohidrat; roti, nasi, kentang, dan sereal.
2. Vitamin dan mineral; sayur dan buah.
3. Protein; daging, ayam, ikan, dan telur.
4. Minuman; susu, air putih, teh, dan kopi.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan G-readersĀ sarapan yang baik itu seperti apa. Yuk lakukan sarapan yang baik mulai besok. [teks @bartno | foto ist]