Mengapa musik menjadi teman perjalanan yang baik

0
179

Musik menjadi bagian setiap manusia dalam melaksanakan aktivitasnya. Termasuk saat berkendara menuju suatu tempat, musik selalu menjadi teman yang asyik.

Namun, musik seperti apa yang tepat untuk menjadi teman berkendara supaya tetap waspada dan tenang? Berikut rangkuman data yang dihimpun Goodyear, produsen ban yang memiliki teknologi Quiet Tred dan High Grip Design.

Menurut penelitian Los Angeles In-Car Listening Survei yang dilakukan Arbiton/Edison tahun 1999 hingga 2012, menyatakan bahwa dari 1.000 pengemudi yang disurvei, sebanyak 95% mengemudikan mobilnya sambil mendengarkan musik. Baik musik yang berasal dari radio, CD, kaset, iPod, MP3, ataupun melalui iTunes hingga Spotify.

Didukung dengan survei yang dilakukan Allianz “Your Cover” Insurance 2014, Claims Journal, menyatakan bahwa dari sebanyak 1.000 pengemudi, sebanyak 25% alasan pengemudi mendengarkan musik ketika mengemudi adalah untuk meningkatkan konsentrasi, karena konsentrasi tinggi merupakan salah satu faktor yang memastikan keamanan saat mengemudi.

Sementara, sebuah studi di Belanda juga menguji dampak musik saat mengemudi pada pengendara dengan usia 19 dan 25. Mereka diminta untuk membuat playlist lagu yang disukai untuk diputar saat berkendara selama 30 menit di jalanan yang monoton.

Studi tersebut menghasilkan bahwa para pengemudi merespon lebih baik kecepatan mobil yang berada di depannya dibandingkan dengan pengemudi yang mengemudi tanpa musik. Musik diperkirakan meningkatkan energi dan kewaspadaan dari pengemudi.

Salah satu studi dari Populus kepada sebanyak 2.000 pengemudi, mengungkapkan bahwa musik dengan hentakan cepat seperti Hip-Hop atau Heavy Metal dapat memberikan pengaruh pada pengemudi sehingga memacu kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, sementara musik klasik dan pop lebih membantu pengemudi untuk mengemudi dengan lebih stabil dan tenang.

Namun, The British Royal Socrety For Prevention of Accidents [RoSPA, 2007] menyatakan bahwa volume dari musik yang dimainkan lah yang harus menjadi perhatian, karena volume yang tinggi dapat menurunkan tingkat kewaspadaan pengendara sehigga dapat membahayakan saat mengemudi.

Tentu saja, selain tingkat kewaspadaan pengemudi, kondisi prima kendaraan juga harus terus diperhatikan. Safety riding G-readers! [teks @bartno | foto parade.com]

SHARE