Cara mengoptimalkan kecerdasan anak

0
237
foto: lov-ncare.com

G-readers, memiliki anak yang cerdas dan sehat adalah dambaan setiap orangtua. Untuk membentuknya, perlu pola asuh yang baik untuk memaksimalkan daya tahan dan kemampuan berpikir anak.

Setiap anak memiliki beragam kecerdasan. Dan bagaimana kita dapat mengoptimalkan setiap kecerdasannya itu? Berikut pemaparannya yang dimulai dengan mengenal tentang pemetaan dan proses pembentukkan otak anak.

Otak anak tersusun dalam pola yang sangat rumit, pada setiap bagiannya terkoneksi satu dengan yang lain, dan pembentukan setiap bagiannya berjalan sesuai dengan bertambahnya usia.

Otak bekerja memproses informasi melalui mekanisme komunikasi antar sel otak [neuron]. Sebuah neuron terdiri dari badan sel dan struktur-struktur percabangan. Cabang yang pendek disebut dendrit, sedangkan cabang yang panjang disebut akson.

Badan sel mempunyai sebuah inti sel yang mengandung data genetik anak. Sebuah neuron akan menerima sinyal informasi yang masuk dari neuron lain melalui dendrit.

Kemudian sinyal informasi tersebut akan diteruskan ke neuron yang lain lagi melalui akson. Pada ujung akson, terdapat sebuah celah penghubung yang disebut sebagai sinaps. Di dalam sinaps inilah, terjadi proses penghantaran informasi.

Pada prinsipnya, semakin banyak sinaps otak yang terbentuk, semakin besar kapabilitas anak untuk belajar. Banyaknya sinaps yang mampu dibentuk anak, ditentukan oleh interaksi antara faktor genetik [nature] dan lingkungan pengasuhan anak sehari-hari [nurture].

DR.Dr. Ahmad Suryawan, SpA[K], Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya menjelaskan, “Faktor genetik hanyalah cetak-biru dari otak anak, dan proses pembangunan sirkuit otaknya ditentukan oleh faktor lingkungan pengasuhan sehari-hari. Dua hal yang menjadi faktor utama dalam menentukan optimalnya faktor pengasuhan adalah pemberian nutrisi sesuai Angka Kecukupan Gizi dan pemberian stimulasi melalui pengalaman dan atau permainan.”

Dalam menerima dan mencerna stimulasi, selain proses pembentukan otak, pembentukan sistem kekebalan tubuh juga penting untuk membangun dasar yang kuat. “Membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat sejak dini dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh alami bisa berfungsi secara efektif dalam melindungi tubuh,” papar DR. Dr. Anang Endaryanto, SpA(K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya.

Pentingnya Observasi dan Stimulasi
Dalam perspektif kecerdasan majemuk, diketahui bahwa setiap anak memiliki beragam kecerdasan. Nutrisi tentunya diperlukan untuk bisa tumbuh sehat dan cerdas, sementara stimulasi diperlukan, agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang optimal. Proses stimulasi perlu diberikan orangtua sedini mungkin, sehingga setiap kecerdasan dapat tampil optimal.

Agar efektif, dalam pemberian stimulasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Cek halaman dua untuk cari tahu selanjutnya:

1
2
SHARE