Cara mengatasi konflik pertemanan

0
156

Pertemanan merupakan hal penting dalam kehidupan. Tak jarang Cosmoners mengalami konflik dalam sebuah hubungan pertemanan. Konflik tersebut bisa terjadi karena sifat atau niat buruk teman Anda atau konflik yang tidak sengaja terjadi.

Kadang titel “Teman Palsu” sering diarahkan kepada orang-orang yang datang hanya untuk memanfaatkan. Teman palsu bisa Anda ketahui melalui caranya memperlakukan Anda.

Saat talkshow Life Balance di Happy Hour, Cosmopolitan Expert Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, dari Diana & Associates, mengungkapkan beragam cara yang dilakukan teman palsu. Ia mengatakan, “Pertama, mereka datang kalau ada maunya. Misalkan, Cosmoners adalah orang kaya, mereka akan datang karena uang yang Anda miliki. Kemudian, tak jarang mereka minta ditraktir atau dibelikan sesuatu,” ujarnya.

amistad
Membicarakan teman di belakang bisa mengidentifikasikan Anda sebagai teman palsu.

Selain itu, ada pula jenis teman palsu lainnya. Diana pun menjelaskan, “Kedua, teman palsu juga bisa diartikan pada teman yang selalu membicarakan Anda di belakang. Kejadian tersebut tentu sudah tidak jarang dilakukan oleh beberapa orang di luar. Mereka selalu menceritakan bahkan menjelek-jelekan Anda di depan orang lain,” ungkap Diana.

Namun konflik ternyata tidak datang karena teman palsu saja, Cosmoners. Diana juga mengungkapkan kalau konflik juga bisa muncul dalam pertemanan karena perdebatan.

Perdebatan bisa terjadi karena adanya perbedaan pandangan dan pikiran dalam satu pembicaraan. Diana mengungkapkan hal ini tak jarang teman Anda marah karena merasa pendapatnya tidak dianggap menarik.

Nah, ketika sebuah masalah terjadi di antara pertemanan Anda. Tentu Anda juga tahu bagaimana solusinya. “Bila Anda mengaku sangat dekat dan mengenal teman Anda, sudah seharusnya mengetahui karakter mereka. Kalau memang masalahnya berkaitan dengan prinsip, Anda bisa langsung mengajak teman Anda untuk menyelesaikannya dengan kepala dingin,” tutur Diana.

Namun jika masalah sepele, Diana menyarankan Anda untuk cukup “menganggap” masalah tersebut karena teman Anda sedang dalam tingkat emosi tinggi dan coba menenangkannya secara perlahan.

[teks Juliani Chaerunissa | foto pixabay.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE