Cerita konser akbar perdana Joey Alexander di Jakarta, sampai Ahok request “Kicir-Kicir”

0
119

Konser akbar pertama pianis muda Indonesia, Joey Alexander Minggu kemarin, 22 Mei di Jakarta, setelah pulang ke Indonesia dari New York diramaikan oleh lebih kurang 1800 penonton yang sudah ramai berantisipasi untuk menunggu antrian dengan sabar di dalam area konser dari jam 18:00, dan semakin penuh setiap menitnya.

Pintu masuk yang dibuka dari jam 15:00, dengan disediakannya F&B dan konser mini dari band lokal sambil menunggu konser dimulai, memberi nilai plus tersendiri pada konser ini.

Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Ahok, yang mana ia juga sempat menjadi salah satu pusat perhatian penonton. Banyak audiens yang minta foto bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama.

Dari sebelum puncak acara dimulai, kita sudah bisa merasakan bahwa ini akan menjadi suatu persembahan istimewa yang belum pernah dibawakan di manapun sebelumnya. Tentunya, a promising night of memorable experience.

Joey Alexander 1

Di konser ini, musisi muda yang merupakan nominator termuda Grammy dalam kategori musik Jazz ini tidak bermain piano sendirian, tetapi juga ditemani dengan trio ensemble-nya, yaitu contra bassist berumur 21 tahun lulusan Juilliard, Dan Chmielinski; dan drummer senior yang ternyata juga seorang aktor Jeff “Tain” Watts.

Konser dibuka oleh drum solo dari Jeff, diikuti oleh bass line Dan, yang kemudian langsung diisi alunan irama dan melodi jazz oleh Joey dengan lagu John Coltrane yang berjudul “Giant Steps”.

Instrumental panjang berdurasi 15 menit yang kemudian disambung dengan lagu “My Favorite Things” dilanjutkan dengan ballad rahasia: “Aku nggak mau bilang lagunya apa, but i hope you’ll enjoy” ujar Joey. Ternyata “Somewhere Over the Rainbow” adalah lagu ballad rahasia yang dibawakan dengan sangat gentle dan heartwarming.

Joey Alexander 3

Di setiap kesempatan intermezzo mengobrol, Joey selalu mengekspresikan gratitude sebagaimana ia thankful atas segala support dari lingkungan sekelilingnya. Ia juga menekankan bahwa ia lebih senang di panggil pianis muda dibandingkan pianis cilik ataupun jazz prodigy.

Selain itu, dia suka sejarah, tidak suka math; sudah jatuh cinta pada jazz saat masih di dalam kandungan ibunya. Belajar bermain piano saat berumur 6 setengah tahun, kemudian album yang mendapatkan nominasi grammy dirilis saat dia berumur 11 tahun.

Menurutnya jazz adalah kebebasan untuk berekspresi yang menuntun imajinasi liar ataupun tertata, serta memanjakan cinta dan rasa. Saat ditanya oleh host Najwa Shihab “Pulang kampung, Liburan apa kerja?, Joey menjawab: “Aku nggak pernah kerja, selalu have fun.” Ia di Jakarta hanya semalam, besoknya akan berangkat pentas lagi di Singapore.

Saat mengobrol tentang lagu orisinil Joey “City Lights”, ia bilang lagu itu bercerita tentang pengalamannya di New York, katanya “What you have now itu adalah energinya yang terpancar seperti city lights“.

Setelah break 15 menit, Joey kembali melanjutkan pertunjukannya dengan ayunan nada yang halus dan meditatif. Kemudian, Barry Likumahuwa dan Dira Sugandi berkolaborasi dengan Joey untuk membawakan lagu “Kicir-kicir” atas request Pak Ahok via twitter.

Joey Alexander 4

Setelah itu dilanjutkan dengan sebuah komposisi pribadi Joey yang berjudul “Sunday Waltz”. Acara berlangsung dari jam 20:00-22:20, dimana Joey membawakan satu lagi lagu terakhir setelah sudah memberi salut bersama Dan dan Jeff.

Acara ditutup secara meriah dengan penonton memberi standing applause. Tentunya penonton akan menunggu kedatangan Joey kembali untuk konser selanjutnya.

[teks[email protected]foto[email protected]]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE