Perbaiki keuangan sesudah Lebaran

0
1712

Tanpa disadari liburan Lebaran telah membuat sebagian kita terlalu konsumtif. Akibatnya, THR dan bahkan isi dompet ikutan ludes.

Perbaiki keuangan Koreksi keuanganMenurut Prita Ghozie Principal Consultant di ZAP Finance, secara statistik setidaknya ada 5 kesalahan pengelolaan dana THR yang dilakukan oleh masyarakat:

1. Tidak membuat perencanaan alokasi dana THR sebelum dana diterima di rekening.
2. Berbuka puasa di luar rumah hampir setiap hari.
3. Membeli gadget terbaru dan barang bermerek padahal belum ada kebutuhannya.
4. Memaksakan diri untuk mudik atau liburan padahal tidak ada perencanaannya.
5. Membeli berbagai keperluan harian dengan kartu kredit.

Bila G-readers termasuk dari bagian ini, setelah Lebaran isi dompet jadi “bersih”, inilah saatnya melakukan detoks keuangan. Berikut langkahnya dari Prita Ghozie.

1. Evaluasi dana darurat
Saya paham betul bahwa saat musim libur lebaran, semua orang ingin bersantai dan bersenang-senang. Oleh sebab itu pengeluaran pun langsung membengkak karena hampir setiap hari jajan dan makan di luar rumah.

Jika sampai uang di rekening mulai menipis, coba evaluasi dana darurat yang telah disiapkan. Untuk menutup biaya wajib seperti membayar pinjaman, boleh diambil dari pos ini.

2. Stop kartu kredit!
Penyebab utama bocor halus dalam keuangan adalah penggunaan kartu kredit untuk berbagai keperluan yang tidak penting. Tanpa disadari, tagihan kartu kredit Anda bulan depan akan membengkak.
Jadi, jika memang sulit untuk mengendalikan diri, lebih baik kartu kredit ditinggal saja di rumah.

3. Buat rencana pengeluaran bulan depan
Berita baiknya, setelah musim lebaran usai, maka siklus gajian sudah dimulai lagi. Tetapkan biaya harian yang akan dikeluarkan selama tiga bulan kedepan.

Cara terbaik untuk disiplin adalah membuat jatah dana di beberapa rekening yang terpisah. Alokasi pos pengeluaran sebaiknya dibagi untuk pos biaya wajib (membayar pinjaman, gaji asisten, uang sekolah anak), pos biaya hidup bulanan (belanja harian, biaya telekomunikasi, biaya transportasi), dan pos pengeluaran gaya hidup (biaya jajan di luar rumah, biaya perawatan salon, biaya ngopi dan ngeteh di kafe, dan lainnya).

Rincian pengeluaran bulanan sebaiknya dibuat cukup spesifik agar disiplin dalam bujet dapat dilakukan. Dan berdasarkan pengalaman, detoks keuangan yang berhasil untuk berbagai kondisi keuangan rumah tangga adalah dengan penghematan yang dilakukan tanpa merubah kebiasaan secara drastis.

Nescafe Dulco Gusto Oblo
Nescafe Dulco Gusto Oblo

Sebagai contoh, bagi diri Prita Ghozie penghematan yang bisa dilakukannya adalah dengan mengganti kebiasaan meminum kopi di kafe dengan membuat sendiri di rumah menggunakan NESCAFE Dolce Gusto.

Dalam perhitungannya, 1 box kapsul NESCAFE Dolce Gusto Cappucino dan 1 box kapsul Green Tea Latte seharga IDR 115,000 bisa membuat 8 minuman. Sementara dengan harga yang sama, 1 box kapsul Espresso dan Nestea peach dapat membuat 16 minuman.

Jadi, biaya per gelas untuk menikmati minuman sekelas kafe untuk rasa favoritnya hanya sebesar IDR 15,000. Bandingkan dengan minuman di kafe yang bisa seharga IDR 50,000, artinya bisa berhemat hingga 70% setiap bulannya!

Mmm senangnya, selamat berhemat, G-readers!

[teks @bartno | foto justrenttown.com]

SHARE