“Bunga Penutup Abad” adaptasi dari karya Pramoedya Ananta Toer, dalam drama kekinian

0
662

Kalau G-readers pencinta novel karya Pramoedya Ananta Toer, tentu sudah mengenal novel “Bumi Manusia” dan “Anak Semua Bangsa.” Kali ini Titimangsa Foundation bekerjasama dengan Yayasan Titan Penerus Bangsa dan Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan pementasan “Bunga Penutup Abad” yang diadaptasi dari novel tersebut.

Pementasan yang dipersembahkan untuk mengenang 10 tahun meninggalnya Pramoedya ini berkisah tentang kehidupan Nyai Ontosoroh (Happy Salma) dan Minke (Reza Rahadian) setelah kepergian Annelis (Chelsea Islan) ke Belanda.

Karena khawatir, Nyai Ontosoroh pun mengutus pegawainya bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman untuk menemani kemanapun Annelies pergi. Dan Panji Darman senantiasa mengabarkan keadaan Annelies melalui surat-suratnya kepada Minke dan Nyai Ontosoroh.

Setiap surat yang dibacakan nyatanya membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka bertiga. Mulai saat pertama kali Minke datang ke rumah Nyai Ontosoroh dan berkenalan dengan Annelies, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya, sampai akhirnya Annelies harus dibawa pergi ke negeri Belanda berdasarkan keputusan pengadilan putih Hindia Belanda, di Surabaya.

Bunga Penutup Abad

Surat-surat Panji Darman seakan membuka mata Minke yang selalu mengagung-agungkan Eropa dan media Eropa tempatnya bekerja selama ini. Jean Marais (Lukman Sardi) pun membuka mata Minke bahwa Eropa tak selamanya benar. Jean pun meminta Minke mulai menulis dalam Bahasa Melayu untuk mengenal lebih dalam bangsanya sendiri.

Cerita berakhir ketika Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. Minke yang dilanda kesedihan pun meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk pergi ke Batavia melanjutkan sekolah untuk menjadi dokter. Minke membawa serta lukisan potret Annelies karya sahabatnya, Jean Marais, dan memberi nama lukisan itu, Bunga Penutup Abad.

Dijumpai di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta (24/8), Happy Salma pemain serta eksekutif produser menuturkan harapannya, “Semoga pementasan ini memberikan kontribusi positif dalam melestarikan dan meningkatkan rasa cinta terhadap warisan sastra budaya Indonesia serta lebih mempopulerkan seni teater sehingga seni pertunjukan di Indonesia dapat terus berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, Wawan Sofwan selaku sutradara juga mengaku kalau dirinya tertantang mengangkat novel karya sastrawan besar Indonesia ke atas panggung menjadi salah satu kesatuan yang utuh.

DSCF4502

Pementasan ini tentu bisa menjadi bukti bahwa karya sastra Indonesia juga dapat diangkat dengan ‘kemasan’ kekinian sehingga dapat menggapai seluruh lapisan, terutama generasi muda Indonesia.

Nah, semakin penasaran kan bagaimana jatuh-bangun kisah cinta tempo dulu Minke dan Annelies? Jangan sampai ketinggalan, saksikan penampilan Happy Salma, Reza Rahadian, Lukman Sardi, dan Chelsea Islan, pada 26 & 27 Agustus 2016, pukul 20.00 WIB, di Gedung Kesenian Jakarta.

[teks @fffionayh | foto @bonieiji]

SHARE